Bank BCA Raih Laba Bersih Rp57,5 Triliun di 2025, Tumbuh 4,9% YoY
Jakarta, 27 Januari 2026 - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang tahun fiskal 2025 dengan laba bersih mencapai Rp57,5 triliun, tumbuh 4,9% secara tahunan. Capaian ini sejalan dengan estimasi analis dan menunjukkan ketahanan bisnis bank terbesar di Indonesia ini.
Kinerja Kuartal IV-2025
Laba bersih kuartal IV-2025 tercatat Rp14,1 triliun, turun 2,1% secara kuartalan namun naik 2,2% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan laba secara kuartalan terutama disebabkan faktor musiman terkait beban operasional.
Sorotan Kinerja Utama FY2025:
Margin & Efisiensi:
Net Interest Margin (NIM) 5,7%, turun 10 basis poin YoY, masih dalam kisaran panduan manajemen 5,7-5,8%
Cost to Income Ratio (CIR) membaik menjadi 32,2%, turun 1,3% YoY berkat pengelolaan biaya yang disiplin
Cost of funds tetap stabil di 1,1% sepanjang tahun
Kualitas Kredit:
Credit cost berada di level 50 basis poin (sesuai panduan)
Loans at Risk (LAR) membaik menjadi 4,8%, turun 50 basis poin YoY
Pertumbuhan Bisnis:
Kredit tumbuh kuat 7,7% YoY, didorong segmen korporasi (+11,5% YoY) dan komersial (+8,5% YoY)
Dana Pihak Ketiga (CASA) tumbuh impresif 13,1% YoY dengan pertumbuhan kuartalan 4,6%
Outlook 2026: Proyeksi Pertumbuhan di Tengah Kehati-hatian
Manajemen BCA memberikan panduan untuk tahun 2026:
Pertumbuhan kredit: 8-10%, dengan wholesale sebagai pendorong utama
NIM: 5,4-5,6% (turun 20-30 bps YoY) seiring penurunan suku bunga
Credit cost: 40-50 basis poin
CIR: 31-33%
LAR: Diproyeksikan di kisaran 4,6-4,8%
Bank akan berhati-hati pada segmen kredit kendaraan bermotor yang berpotensi terkontraksi, sementara KPR ditarget tumbuh 5-6% dan UMKM 6-8%. Beberapa nasabah UMKM/komersial tercatat bersikap wait-and-see akibat ketegangan geopolitik.
Rekomendasi Analis
CGS International mempertahankan rekomendasi ADD dengan target harga Rp10.700, memberikan potensi kenaikan 42,7% dari harga penutupan Rp7.500. Analis menilai kekuatan franchise pendanaan BCA dan volume kredit akan menjadi pendorong utama pertumbuhan EPS tahun ini.